Cara Meraih Kemenangan

07 Desember 2011

Bertanding Dengan Gigih “Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah” Ibrani 12:1-2. Rasul Paulus merupakan rasul yang luar biasa dipakai oleh Tuhan untuk memberitakan Injil-Nya. Begitu banyak hikmat yang luar biasa Tuhan berikan melalui Paulus. Salah satunya adalah hikmat tentang bagaimana seorang olahragawan bertanding dengan begitu rupa. Olahragawan atau yang kita kenal dengan sebutan atlit, bertanding dengan begitu gigihnya untuk dapat meraih kemenangan. Sang atlit tidak akan menyerah hingga pertandingan usai. Selama pertandingan masih berlangsung, maka dia akan mengerahkan berbagai macam upaya dan segala teknik yang dimilikinya agar dapat menang. Sang atlit akan memaksimalkan tenaga dan energi yang dia miliki agar pertandingan yang dia jalani dapat berjalan dengan baik. Bahkan dia akan sangat ‘ngotot’ agar dapat meraih kemenangan. Menjadi juara adalah suatu posisi yang sangat diidam-idamkan oleh atlit. Dan jika sang atlit dapat menjadi juara, dia memperoleh prestise dan kebanggaan yang tak ternilai harganya. Fokus Pada Medali Selama waktu belum habis, maka sang atlit akan terus bertanding dengan gigih. Bahkan jika dalam posisi ketinggalan-pun dia akan berusaha dengan berbagai upaya agar dapat menyaingi dan mengalahkan lawannya. Untuk medali/piala-lah sang atlit akan berjuang dengan maksimal, sehingga dia dapat pulang membawa tanda kemenangannya yaitu piala yang diraihnya. Kegigihan yang dimiliki sang atlit/olahragawan inilah yang harus kita miliki juga sebagai seorang pengikut Kristus. Berbagai rintangan apapun yang menghadang, berbagai upaya apapun yang dilakukan oleh lawan kita yaitu si iblis untuk mengalahkan kita, kita harus tetap gigih berjuang dan memenangkan pertandingan ini. Jika kita jatuh dalam satu titik, maka kita harus bangkit kembali. Kita tidak boleh menyerah hanya karena satu kekalahan dalam langkah kita. Kita harus berani bangkit kembali dan terus bertanding untuk memenangkan pertandingan. Tidak ada kata selesai atau menyerah selama kita masih hidup di dunia ini. Karena selama masih hidup, maka kita masih harus terus bertanding. Bagai sang atlit, saat kita tertinggal atau dalam posisi kalah, kita tidak boleh patah semangat. Kita tidak boleh berhenti di titik tersebut, karena pertandingan belum selesai. Kita harus bangun, berlari dan merebut kembali kemenangan itu. Dalam posisi menang-pun kita juga tidak boleh lengah, karena lawan selalu mengintai di belakang kita. Sekali saja kita lengah, maka kita akan dengan mudah dikalahkan oleh lawan. Dan satu-satunya kekuatan bagi kita untuk dapat memenangkan pertandingan adalah dengan mengandalkan Yesus dalam setiap pertandingan yang kita jalani. Arahkan mata kita hanya kepada Yesus, karena Dialah yang akan menuntun kita, memberi kita kekuatan, memberi kita kemahiran dalam bertanding, memberi kita jalan keluar untuk dapat memenangkan pertandingan yang kita jalani. Ibarat pelatih yang senantiasa memberi arahan dan mengajarkan bagaimana sang atlit dapat memenangkan pertandingan, maka hanya dalam Yesus-lah kita dapat memperoleh hikmat untuk dapat menjadi pemenang. Dia sendiri yang akan mengajar kita untuk bertanding dengan baik untuk memperoleh mahkota yang telah Dia siapkan bagi kita. Jangan menyerah, karena pertandingan belum berakhir. Jangan berhenti, karena masih ada harapan. Jangan takut, karena lawan kita tidak lebih baik dari kita. Jangan kuatir, karena kita akan mendapat kekuatan baru untuk bangkit. Dan ada Yesus yang dapat menjadikan kita sebagai ‘atlit’ yang mahir dan siap menjadi pemenang serta menerima piala kemenangan. Haleluya! Disiplinkan Diri “Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya!” 1 Korintus 9:24

Blogger templates

 

Ads 200x200

Ads 200x200
Loading