. Mengatasi Keinginan Daging - Kumpulan Pengetahuan Seputar Karakter Hidup Sebagai Pengikut Kristus

23 Juli 2011

Mengatasi Keinginan Daging

Kesuksesan hidup tidak diukur dari berapa banyak uang dan harta yang kita miliki. Tidak pula diukur oleh seberapa tinggi jabatan kita. Tidak juga diukur oleh seberapa hebat prestasi dan prestige kita.

Namun, kesuksesan di dalam perspektif Allah sebenarnya ditentukan oleh seberapa takut kita kepada Tuhan yang olehnya kita didorong untuk taat kepada semua perintah-perintah Allah.

Orang yang takut akan Tuhan dan taat kepada firman-Nya, tidak hanya akan sukses dalam apa saja yang dilakukannya, tetapi juga mereka sangat dikenan atau berkenan kepada Tuhan - Mazmur 1:1-6.

Di sisi lain, kita juga harus sadari bahwa ada yang menghambat kita untuk meraih sukses dalam hidup kita. Apakah yang menjadi penghalang utama bagi kita untuk meraih sukses?

Rasul Paulus menulis: "Maksudku ialah hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging -- karena keduanya bertentangan -- sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki" - Galatia 5:16-17.

Penghalang utama kesuksesan hidup bukanlah Iblis atau situasi, melainkan keinginan daging. Keinginan daginglah yang selalu menjauhkan kita dari Allah. Sebab keinginan daging selalu berlawanan dengan kehendak Roh, sehingga ia membuat kita tidak taat kepada perintah-perintah Tuhan.

Arti Kedagingan

Lalu, apakah arti kedagingan? Kita sering berpikir bahwa kedagingan berkaitan dengan hal-hal yang jahat, seperti: percabulan, penyembahan berhala, mabuk, narkoba, pembunuhan dan sebagainya. Tentu saja daging di sini bukan berbicara tentang tubuh kita secara jasmani. Daging secara alamiah tentu adalah baik dan positif. Daging yang dimaksudkan adalah diri (self) yang hidup mandiri (independent) dari Allah. Inilah definisi daging.

Apakah artinya kedagingan? Kedagingan adalah semua usaha untuk memenuhi kebutuhan hidup yang dilakukan secara mandiri (independent) dari Kristus. Artinya menjadikan diri sendiri (self) sebagai sumber dan pelaku kehidupan. Seharusnya, Allah adalah sumber dan pelaku kehidupan kita, tetapi kita mencoba menjadi sumber dan pelakunya.

Apakah akibatnya? Kita pasti mengalami kegagalan. Daging sama sekali tidak mampu taat kepada hukum-hukum Tuhan. Paulus menulis: "Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging, supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh" - Roma 8:3-4.

Jadi, apakah kedagingan itu? Daging tidak selalu berpenampilan jahat. Daging dapat saja berpenampilan baik, dengan "motif-motif" yang baik. Ternyata, segala usaha mencapai sesuatu yang baik namun jika dilakukan bukan dengan kekuatan Tuhan, tapi dengan kekuatan sendiri, adalah kedagingan. Kedagingan sering kali menjadi penjahat yang berpakaian orang kudus, Iblis yang berpakaian malaikat.

Jadi, adalah kedagingan apabila seseorang mencoba mengalahkan dosa seksual dengan kekuatan sendiri. Adalah kedagingan bila kita ingin mencapai sesuatu yang baik seperti: menjadi pemimpin yang baik, suami/istri yang baik, berbisnis yang baik, bekerja yang baik, berkarya yang baik, namun dilakukan bukan dengan kekuatan Tuhan, tetapi dengan kekuatan diri sendiri.

Tanpa disadari, banyak orang Kristen yang kedagingan. Kita sering berpikir bahwa kedagingan adalah selalu berkaitan dengan hal-hal yang jahat. Ternyata, mencoba melakukan sesuatu yang baik dengan kekuatan sendiri juga adalah dosa, dan berakhir dengan kegagalan.

Mengatasi Keinginan Daging

Marilah kita kembali ke Galatia 5:16-17. Apakah jalan keluarnya agar kita tidak menuruti keinginan daging? Jalan keluarnya ialah hiduplah oleh Roh, atau berjalan di dalam Roh (bhs. inggris - NKJV).

Apabila kita berjalan di dalam Roh, niscaya kita tidak akan menuruti keinginan daging. Aapakah artinya berjalan di dalam Roh? Jelas, berjalan di dalam Roh ialah membiarkan Roh Kudus yang melakukan perjalanan itu bagi kita. Berjalan di dalam kekuatan Roh Kudus berkebalikan dengan berjalan dengna kekuatan daging.

Ketika kita menggunakan kekuatan daging, maka yang ada adalah kegagalan. Namun, apabila kita berjalan dengan kekuatan Roh Kudus, maka kita membiarkan Kristus yang menggantikan kita untuk hidup di dalam kita.

Penderitaan Dalam Perspektif Kristen



1 komentar:

  1. Memang sulit mengatasi keinginan daging kita, tapi bukan berarti tidak bisa. Artikel yang menarik.

    BalasHapus