. Visi dan Misi Membangun Keluarga Kristen - Kumpulan Pengetahuan Seputar Kekristenan

25 Juni 2011

Visi dan Misi Membangun Keluarga Kristen




“Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat” (Amsal 29:18).
Allah yang kita kenal dalam Alkitab ialah Allah yang memiliki visi dan memperkenalkan diri-Nya sebagai PRIBADI yang visioner. Ketika Allah memutuskan untuk menciptakan manusia, maka Allah mempunyai visi, yaitu: “…, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi” – Kejadian 1:26.
Banyak pasangan memasuki rumah tangga tanpa memiliki visi yang jelas. Dengan kata lain, mereka tidak membangun rumah tangganya berdasarkan visi. Mereka hanya bermodalkan cinta. Pada hal cinta saja tidak cukup kuat untuk membangun bangunan rumah tangga. Karena rumah tidak pernah dibangun hanya mengandalkan satu bahan bangunan saja. Rumah agar berdiri dengan kokoh dan megah terbentuk dari berbagai macam bahan. Bahan-bahan itu saling berpadu dan menyatu satu dengan yang lain. Tidak terpisahkan.

Demikian juga dengan pernikahan Kristen. Supaya tetap kokoh dan bertahan menghadapi badai kehidupan, bermodalkan bahan cinta tidak menjamin kekuatan pernikahan. Perlu bahan-bahan dasar yang harus disatukan dengan cinta agar pernikahan bisa kuat dan langgeng, walau dihantam badai hidup sekalipun. Bahan-bahan dasar itu, antara lain visi dan misi.

A. Arti Visi dan Misi
1. Definisi Visi

Pada dasarnya istilah visi berasal dari kata “vision” (bhs. Inggris) yang berakar dari kata “visoum” (Middle English), dan “vision” (Old France) yang bersumber dari istilah Latin “visio”, “visus,” “videre,” yang arti dasarnya ialah “to see atau melihat.” Arti selengkapnya dari “vision” ini adalah “tindakan atau kekuatan melihat dengan mata; atau kemampuan intuisi melihat.” Visi dapat juga berarti, “Kemampuan melihat lebih dari keadaan normal, yaitu suatu kemampuan mental untuk mengimajinasi; dan kemampuan untuk melihat serta memahami sesuatu yang tidak terlihat oleh orang kebanyakan dan sebagainya.”

Kini timbul pertanyaan, kalau “visi” artinya “melihat”, apa sesungguhnya yang dilihat? “Visi” yang artinya “melihat” ini sebenarnya tidak menjelaskan apa yang dilihat itu, sehingga pengertian tentang “visi” sendiri perlu diperjelas.
Mengaitkan upaya pemahaman tentang visi dengan kebenaran firman Allah dan pengertian “visi” yang dipaparkan di atas, maka visi dapat didefinisikan sebagai berikut: “Visi adalah kemampuan untuk melihat keinginan suci yang ditulis oleh Sang Pencipta di dalam batin (guna menjawab kebutuhan) yang berkaitan erat dengan pemenuhan hidup seseorang atau setiap individu bagi diri, keluarga maupun organisasi yang dipimpinnya.”

Jadi, “visi” menjelaskan tentang kemampuan untuk melihat apa yang telah ditulis oleh Allah di dalam batin setiap orang. Visi yang diberikan oleh Allah ini memiliki tujuan yang pasti, yaitu untuk pemenuhan hidup, baik kehidupan individu, rumah tangga, kelompok dan organisasi. Rumah tangga merupakan sebuah organisasi kecil dalam masyarakat. Karena rumah tangga sebuah organisasi kecil dalam masyarakat, maka rumah tangga harus dibangun atas suatu “visi” yang jelas. Oleh sebab itu setiap calon mempelai harus secara bersama-sama berupaya untuk menemukan visi suci dari Allah dalam membentuk rumah tangganya.

2. Definisi Misi
Istilah misi atau “mission” berasal dari kata Latin “mission” yang diangkat dari kata dasar “mittere”, yang berkaitan dengan kata “missum.”
Arti “misi” yang dipakai dalam kaitan dengan “visi” yang dijelaskan di sini menunjuk kepada tugas khusus dalam rumah tangga untuk mencapai tujuan khusus. Tujuan khusus di sini bukan saja tujuan manusiawi tetapi juga tujuan ilahi yang harus dicapai di dalam melalui rumah tangga. Pada sisi lain, pernyataan “misi” menghubungkan tugas khusus yang harus dilakukan untuk mencapai “visi.”
Dengan demikian, “misi” adalah pengembangan serta peneguhan “visi” (keinginan suci) yang dinyatakan dalam suatu rumusan yang merangkum, tersistem, memikat, mendorong dan menggerakkan secara terfokus ke suatu tujuan, yang melibatkan pengerjaan seperangkat tugas memasuki masa depan yang pasti.”

Jadi, “misi” menjelaskan tentang apa yang harus dilakukan. Pada sisi lain, “misi” juga menunjuk kepada suatu aktivitas yang dilakukan. Dengan kata lain, “misi” merupakan pengerjaan tugas-tugas dalam rumah tangga guna mencapai target atau sasaran secara bertahap yang mengarah kepada pencapaian tujuan yang telah dicanangkan bersama.

Banyak pasangan yang memasuki rumah tangga dan menyelenggarakan rumah tangganya berdasarkan apa adanya. Istilah yang sering digunakan ialah mengalir. Akibatnya, banyak waktu, tenaga dan dana yang tergerus begitu saja. Kondisi semacam ini sangat rentan terhadap konflik yang bisa saja berakibat fatal.

B. Peran Visi dan Misi dalam Membangun Keluarga

Rumah tangga tidak didirikan karena keinginan manusia saja. Allahlah yang mendirikan rumah tangga bagi manusia yang sangat dikasihi-Nya. Pendirian rumah tangga oleh Allah ini tentu untuk kesejahteraan dan kebahagiaan manusia. Muaranya ialah kemuliaan Allah disinarkan oleh rumah tangga yang dibentuk itu dan menjadi alat anugerah Allah untuk membawa damai bagi rumah tangga-rumah tangga yang bermasalah. Peran visi dan misi dalam membangun rumah tangga sangat penting dan menentukan tercapai tidaknya tujuan dibentuknya rumah tangga itu. Lebih detailnya dapat dibaca dalam penjelasan berikut.

1. Peran Visi

Visi itu jelas, visi menjanjikan keadaan yang lebih baik dari sekarang. Visi berpusat pada masa depan. Visi berasal dari Allah, visi adalah karunia bagi suami-istri yang disesuaikan dengan situasi yang dihadapi. Visi menunjukan pandangan yang realistis. Visi dibangun atas dasar kenyataan. Visi adalah suatu gambaran yang jelas dalam jiwa kita mengenai masa depan yang dikehendaki, yang ditanamkan oleh Allah kepada suami-istri dan didasarkan pada pemahaman tentang Allah, diri sendiri dan situasi yang ada. Visi dapat diibaratkan suatu mimpi yang dicita-citakan dan visi juga memberi motivasi untuk memperjuangkan agar apa yang dicita-citakan menjadi kenyataan atau dapat tercapai. Oleh sebab itu, dengan visi berumah tangga yang jelas dan tepat, maka gambaran dari masa depan lima atau sepuluh tahun yang akan datang dapat diprediksikan.

2. Peran Misi

Misi adalah rumusan langkah-langkah yang merupakan kunci untuk memulai melakukan inisiatif, mewujudkan, mengevaluasi, dan mempertajam bentuk-bentuk kegiatan untuk mencapai tujuan berumah tangga. Berumah tangga bukan hanya sekedar meneruskan keturunan. Ini tidak salah. Tetapi kalau misi berumah tangga hanya untuk meneruskan keturunan, ini berpotensi terjadi konflik. Mengapa? Karena faktanya banyak rumah tangga mengalami problema ketika mereka belum atau tidak bisa dikarunia keturunan. Penyebabnya sangat variatif. Kondisi semacam ini akan memuncak, sehingga bila suami-istri tidak bisa mengendalikan diri, maka akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Dalam konteks ini, tekanan psikologi dan sosial akan meninggi bila rumah tangga yang telah dibentuk belum atau tidak bisa produktif secara biologis.
Oleh sebab itu, misi berumah tangga harus jelas sasarannya. Menyusun strategi secara benar. Melakukannya secara bertahap. Membina kerjasama yang baik antara suami dan istri. Harus sepakat dalam merumuskan misi yang akan dilakukan. Tidak ada satu pihak yang lebih dominan atau menguasai. Kendati demikian, suami harus tetap memegang kendali sebagai pemimpin.

Dengan misi yang dilakukan secara bersama-sama dan dibangun atas pemahaman yang benar, disertai komitmen dan kasih, maka hal itu akan menghantarkan rumah tangga untuk memenuhi apa yang menjadi kebutuhan hidup dan sekaligus mencapai visi yang telah dicanangkan.

Penderitaan Dalam Perspektif Kristen



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

klik iklan sponsor

Iklan untuk diklik

Mengenai Saya

Foto Saya
Cool, Adaptif, Santai, Serius n Sukses